kecewanya..

Aku tulis, waktuku bersedih,, kuceritakan tentangku yang tak pernah mampu mengukir senyum di raut wajah ayah dan bunda.
Bundaku memanggil,,, berulang kali tapi takkunjung aku mendengarnya, atau tak kunjung aku hiraukan?? Entahlah, aku tak mendengarnya,…
“bundamu bersedih sejak di sekolah tadi?”, ungkap kakak… hati semakin takut,, “oh bunda…maafkan akuuuuuuuuuuuu”

Masih akan adakah sayangmu untukku,,,,

Maaf bunda,,,
Lagi aku buatmu kecewa
Maaf ayah,,,
Lagi aku buatmu kecewa
Maaf bunda,,,
Lagi yang kuberi kecewa
Maaf ayah,,,
Lagi yang kuberi kecewa
Maaf bunda,,,
Lagi yang kuurai kecewa
Maaf ayah,,,
Lagi yang kuurai kecewa
Maaf bunda,,,
Lagi kucurah sedih karena kecewa
Maaf ayah,,,
Lagi kucurah sedih karena kecewa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi menunggu

MencariMu dalam Gelapku