Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tips Belajar dan Nugas yang Tuntas

Seringkali saya melewatkan banyak waktu hanya untuk berhadapan dengan komputer tanpa satu katapun yang tertulis. Sering juga jauh-jauh menempuh perjalanan tapi nihil pencapaian. Semua begitu melelahkan dan terasa menjadi sia-sia adanya. Mungkin saja kamu juga pernah melewati fase, di mana kamu ingin menyelesaikan tugas tapi kamu bingung memulainya. Padahal, lagu favorit sudah terpasang, stock snack atau kopi untuk menemani bergadang sudah terhidang, saking kamu mengira bahwa tugas akan selesai hingga malam yang larut. Hmmmm.. buku-buku referensi sudah tertumpuk, jaringan internet sudah dipastikan full kuota. Tapi, akhirnya cuma game online yang selesai. Niatnya, biar jurnal internasional mudah di download jika sewaktu-waktu referensi kurag. Lalu apa sebenarnya yang terjadi? 1. Kamu harus meluruskan niat, bahwa yang kamu lakukan adalah perjuangan untuk menyiapkan masa depan kamu, bisa juga untuk ngebahagiain orang tua kamu atau lain sebagainya. Tanyain deh dalam diri kamu, bahwa sud...

Berdebat Denganmu

Tatapku berat mengalihkan fokus Seperti tertahan menyimpan beban Otakku tertumpuk berjuta kata Tak satupun mampu terungkap Di luar memang bising Lelaju kendaran para pemudik Berseliweran seperti itu pulalah dalam jiwaku Jalannya mengarah ingin kembali ke beberapa halaman Kita, Berdebat panjang menyoal lalu dan sekarang Pun tentang masa depan Tiap kalimat tertuang panjang, tak jarang hanya anggukan Halaman ini sangatlah berkesan Meski menyiksa kelopak mata Membuat bising di tengah persiapan Meruntuhkan sesaraf harapan Hmmm... Ini tentang pulang jua Berdebat denganmu itulah Sesaat kesal yang menjadi rindu Ya, membuatku benar rindu dan takut kehilangan OYa, 13:04 13:06

Penghujung BulanMu

Berjalanlah surya ke ufuk barat Beristirahatlah ia dari jangkauan kami Memperkenankan rembulan bersinar Pada masa yang kan berganti jua Gegas kubersemangat tuk habiskan malam ini di rumahMu Kutak sendiri, bersama banyak ia yang berharap kemuliaanMu Memilih posisi terbaik Mencari tempat ternyaman Detik berlaju lambat Setiap kali kulihat mereka seakan tak bersemangat Hmm ku mengumpat? Berlalulah.. Padahal niatku meraih rahmat Semilir menyusup perselahan dinding Bertiup merajuk kelopak mata tuk menutup Padahal bergaya mu siap terjaga hingga syuruq tiba Belum sampai sepertigaMu ku sudah resah saja Kutatap lagi ruas jari dan potongan kertas Ah, untuk memujiMu saja kumenghitung-hitung  Pun merasa tak ada sampainya Padahal Kau Yang Maha Penghitung ni'matMu takkan terhitung Harusnya kumalu waktuMu akan Kau ambil lagi Kesempatanku kan berkurang lagi  Tapi tak serius dan tak maksimal ku manfaatkan lagi Padahal, Kau sudah ber...

Menulis itu...

Menulis itu membaca Menulis itu menjadi aku Menulis itu membuka kita Menulis itu tentang kejujuran Menulis itu tentang keberanian Menulis itu tentang kesungguhan Menulis itu jalan Menulis itu harapan Menulis itu masa depan Menulis itu sebuah pencarian Menulis itu suatu kebahagiaan Menulis itu setiap pengungkapan Menulis itu sebuah penandaan Menuliskanku adalah Memperingatiku Itu

Topeng

Sekujur tubuh yang terbalut kain Bernyanyi berdendang tanpa nada Tertawa riang padahal tiada canda Bersedih muram sekadar kenang suka Ucap tertentang pikir Berpura pada taunya Berkilah pada bodohnya Ingin asyik pada gaulnya Ingin akrab pada cakpanya Tapi, ternyata ia berpura Dengan topengnya --Jadilah otentik, 30052019

Laju Lambat

Aku hanya duduk di sini Pada kursi yang biru Bersandar jendela sambil menikmati laju Tadi hujan, begitu deras saat kutuju kursi ini Kemudian kubergegas tak peduli kuyup Kurebahkan badan dan mengangkat kaki Sampingku lengang kuberbangga hati Sessekali kusaksikan jalanan Dan ternyata terang Tak ada genangan atau sekedar jejak hujan Laju ini terasa cepat Tak ada lambat Kulirik masa, ternyata tak hemat Lalu kusaksikan jalan, lagi Tetiba kuteringat di sana Musim yang sama.. Penuh hiruk Dedaun wangi tak ada suara namun bergejolak Laju lambat Pulang, 19022019

Memahamimu seperti Memahamiku

Sejatinya setiap jiwa berkeinginan untuk dapat menjadi bagian dari orang yang dikasihinya, lebih luas menjadi bagian dari masyarakat. Tentu, tanpa bermaksud menguasai, melainkan sekedar membantu meringkan beban orang lain misalnya. Keinginan yang sepertinya mudah dan biasa saja. Padahal, akan berdampak besar jika dilakukan dengan penuh kesadaran. Ya, kesadaran. Kesadaran akan butuhkah orang lain atas bantuan diri kita, atau sesungguhnya kita-lah-kah yang membutuhkan membantu orang lain juga benarkah cara kita membantu atas kebutuhan orang lain itu. Pernahkah kamu merasakan hal itu? Pernahkah kamu tersadar akan hal itu? Setiap orang memiliki cara memahami dirinya, memahami keinginannya, dan memeiliki cara sendiri untuk memenuhi itu. Coba kita pahami... Tanpa ingin mengandalkan siapapun, seseorang berjuang mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai yang ia citacitakan. Hingga, bantuan orang lain ia anggap tiada guna, karena ia merasa tidak perlu, atau lebih sederhana ti...

Lagi menunggu

Dalam deras ku berdiri. Beranjak atau tidak, tetap terguyur. Memandangi satu, satu, persatu si roda dua dan roda empat pergi. Ah. . Aku kembali menunggu. Bosan dalam setiap hari. Yang berlalu bersama menanti. Ah. . Semua tak pasti. Haruskah tetap berdiri? Perlukah berdiri lagi? Cisaat, 2011 Aku; yang pernah merasa jenuh utk Menunggu

Pernahkah Kau...

Pernahkah kau merasa Sakit terlampau sakit Hingga tak mampu lagi Mendefinisikan sakit Pernahkah kau merasa Ingin menangis Tapi kau tak bisa menangis Karena sakitmu terlampau sakit Pernahkah kau merasa Sakit terlampau sakit Kau pun ingin menjerit Tapi tak ada suara selain kau mengadu Pernahkah kau merasa Ingin bergerak Tapi kau tak bisa menggeliat Karena sakitmu terlampau sakit --- Bersyukurlah di kala suka dan duka, Robbana dzolamnaa anfusanaa. 23/1/19 00:37 ---