Memahamimu seperti Memahamiku

Sejatinya setiap jiwa berkeinginan untuk dapat menjadi bagian dari orang yang dikasihinya, lebih luas menjadi bagian dari masyarakat.

Tentu, tanpa bermaksud menguasai, melainkan sekedar membantu meringkan beban orang lain misalnya. Keinginan yang sepertinya mudah dan biasa saja. Padahal, akan berdampak besar jika dilakukan dengan penuh kesadaran.

Ya, kesadaran. Kesadaran akan butuhkah orang lain atas bantuan diri kita, atau sesungguhnya kita-lah-kah yang membutuhkan membantu orang lain juga benarkah cara kita membantu atas kebutuhan orang lain itu.

Pernahkah kamu merasakan hal itu?

Pernahkah kamu tersadar akan hal itu?

Setiap orang memiliki cara memahami dirinya, memahami keinginannya, dan memeiliki cara sendiri untuk memenuhi itu.

Coba kita pahami...

Tanpa ingin mengandalkan siapapun, seseorang berjuang mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai yang ia citacitakan. Hingga, bantuan orang lain ia anggap tiada guna, karena ia merasa tidak perlu, atau lebih sederhana tidak memenuhi standar yang ia mau. Padahal, ia sendiri sudah terlihat kepayahan..

Tanpa menyalahkan siapapun. Pada saat seseorang tidak mampu membantu orang lain karena keterbatasannya. Ketika seseorang, tak sampai mengikuti standar orang lain untuk memuluskan harapannya. Bahkan ketika tidak melakukan apapun saat ada yang menantikan bantuan orang lain dengan penuh harap..

Andai.....

Semua selesai dengan sekedar kepakaan...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi menunggu

MencariMu dalam Gelapku