Postingan

Tips Belajar dan Nugas yang Tuntas

Seringkali saya melewatkan banyak waktu hanya untuk berhadapan dengan komputer tanpa satu katapun yang tertulis. Sering juga jauh-jauh menempuh perjalanan tapi nihil pencapaian. Semua begitu melelahkan dan terasa menjadi sia-sia adanya. Mungkin saja kamu juga pernah melewati fase, di mana kamu ingin menyelesaikan tugas tapi kamu bingung memulainya. Padahal, lagu favorit sudah terpasang, stock snack atau kopi untuk menemani bergadang sudah terhidang, saking kamu mengira bahwa tugas akan selesai hingga malam yang larut. Hmmmm.. buku-buku referensi sudah tertumpuk, jaringan internet sudah dipastikan full kuota. Tapi, akhirnya cuma game online yang selesai. Niatnya, biar jurnal internasional mudah di download jika sewaktu-waktu referensi kurag. Lalu apa sebenarnya yang terjadi? 1. Kamu harus meluruskan niat, bahwa yang kamu lakukan adalah perjuangan untuk menyiapkan masa depan kamu, bisa juga untuk ngebahagiain orang tua kamu atau lain sebagainya. Tanyain deh dalam diri kamu, bahwa sud...

Sajak Pagi

 Duhai Sang kekasih Kau Lebih Maha Tau kesabaran yang lebih tipis dari tisu itu aku  paham yang seringkali tak dimengerti itu aku aktualisasi yang tak sesuai pasti juga aku --- Sedang bernyanyi rindu, yang tak bisa diterjemahkan apa rindu itu

Semangat

Kabut masih pekat berselimut Derap yang berat membuat tanya terungkap "Sepertinya kau tak bersemangat, nak?" "Duduklah saja", lanjutnya "Tidak, aku bingung di mana jurnal itu kusimpan", sahutku Ingatanku gelap Bias mata memecah reruang lalu tak tertembus jua Perjalanan tak bisa dihentikan Bahkan langkah ini baru kan kumulai OYa, 150719

Berdebat Denganmu

Tatapku berat mengalihkan fokus Seperti tertahan menyimpan beban Otakku tertumpuk berjuta kata Tak satupun mampu terungkap Di luar memang bising Lelaju kendaran para pemudik Berseliweran seperti itu pulalah dalam jiwaku Jalannya mengarah ingin kembali ke beberapa halaman Kita, Berdebat panjang menyoal lalu dan sekarang Pun tentang masa depan Tiap kalimat tertuang panjang, tak jarang hanya anggukan Halaman ini sangatlah berkesan Meski menyiksa kelopak mata Membuat bising di tengah persiapan Meruntuhkan sesaraf harapan Hmmm... Ini tentang pulang jua Berdebat denganmu itulah Sesaat kesal yang menjadi rindu Ya, membuatku benar rindu dan takut kehilangan OYa, 13:04 13:06

Penghujung BulanMu

Berjalanlah surya ke ufuk barat Beristirahatlah ia dari jangkauan kami Memperkenankan rembulan bersinar Pada masa yang kan berganti jua Gegas kubersemangat tuk habiskan malam ini di rumahMu Kutak sendiri, bersama banyak ia yang berharap kemuliaanMu Memilih posisi terbaik Mencari tempat ternyaman Detik berlaju lambat Setiap kali kulihat mereka seakan tak bersemangat Hmm ku mengumpat? Berlalulah.. Padahal niatku meraih rahmat Semilir menyusup perselahan dinding Bertiup merajuk kelopak mata tuk menutup Padahal bergaya mu siap terjaga hingga syuruq tiba Belum sampai sepertigaMu ku sudah resah saja Kutatap lagi ruas jari dan potongan kertas Ah, untuk memujiMu saja kumenghitung-hitung  Pun merasa tak ada sampainya Padahal Kau Yang Maha Penghitung ni'matMu takkan terhitung Harusnya kumalu waktuMu akan Kau ambil lagi Kesempatanku kan berkurang lagi  Tapi tak serius dan tak maksimal ku manfaatkan lagi Padahal, Kau sudah ber...

Menulis itu...

Menulis itu membaca Menulis itu menjadi aku Menulis itu membuka kita Menulis itu tentang kejujuran Menulis itu tentang keberanian Menulis itu tentang kesungguhan Menulis itu jalan Menulis itu harapan Menulis itu masa depan Menulis itu sebuah pencarian Menulis itu suatu kebahagiaan Menulis itu setiap pengungkapan Menulis itu sebuah penandaan Menuliskanku adalah Memperingatiku Itu

Topeng

Sekujur tubuh yang terbalut kain Bernyanyi berdendang tanpa nada Tertawa riang padahal tiada canda Bersedih muram sekadar kenang suka Ucap tertentang pikir Berpura pada taunya Berkilah pada bodohnya Ingin asyik pada gaulnya Ingin akrab pada cakpanya Tapi, ternyata ia berpura Dengan topengnya --Jadilah otentik, 30052019