Postingan

Menampilkan postingan dari 2014
Gambar
Mampukah Aku Bertahan? Melodi mengalun merdu di antara tuts dan baris dawai Bukan tanpa pengiring dia bersuara Satu demi satu mengeras-lembutkan suasana Menari-goda ruang dengar penjaga Sesyair lagu memasuki nenada irama Ah, elok bersamanya beriring Laju apaadanya partitur Tak meraung cukup menepi dalam hati Tak tahan rasa sehanya mengagumi Pecahan karya ingin memuja-muji Bilakah beradu pandang dengannya nanti Lalu kuhantar seikat bunga sebagai bukti Hai, nyatanya tak dapat begitu Ada jarak yang sejati harus memisah Ruang tabu batas semestinya Menjadi layak usah dipungkiri Aku cukup menikmati lelagu Sampai berlalu sudah tentu Biar semua indah pada batas waktu Pepatah bijak katanya begitu Kapankah dan mampukahku? Mungkin ketika aku mulai belajar menganyam nada pada instrumen Mungkin pula ketika aku bersikap kuat tak lewatkan setiap dinamika Yaa, mungkin saat itu benar-benar saat itu Sukabumi, November 2014

Puisi Saat Wisuda Lalu. . .

Riak masih terasa sendu justru terasa  Bunga-bunga masa depan tumbuh bersama ilalang  Samar.. kupandang  Meski pasangan bola mata kupinjam Aroma sedap merasuk ruang dengar penciuman  Membawa semilir..  Rindu akannya jua jumpaiNya  Alun lembut wujud diriNya  Tawadlu merdu refleksikannya  Sahaja kain balutannya   Aku.. Terkadang merasa hampa  Kala pundak ini 'nggondol' kantung  Beirisi tumpuk kertas salinan, helai catan-catatan badal  Pun kumpulan pemikiran berjilid,          yang lucunya urung kubaca  Dalih tetap kupahami atasnama kepatuhan   Tak sendiri gerak laju mata kaki Bersama para serdadu yang beragam motifnya  Namun... bias sama mencari cahaya Di jalan serentak lalu aku lupa batang penyangga lampu yang siap ku bawa  Padahal cahayapun belum seberapa  Hingga terjatuh, dan meminjam kuatan tempurung tuk merangkak  ...