Mampukah Aku Bertahan?
Melodi mengalun merdu di antara tuts dan baris dawai
Bukan tanpa pengiring dia bersuara
Satu demi satu mengeras-lembutkan suasana
Menari-goda ruang dengar penjaga

Sesyair lagu memasuki nenada irama
Ah, elok bersamanya beriring
Laju apaadanya partitur
Tak meraung cukup menepi dalam hati

Tak tahan rasa sehanya mengagumi
Pecahan karya ingin memuja-muji
Bilakah beradu pandang dengannya nanti
Lalu kuhantar seikat bunga sebagai bukti

Hai, nyatanya tak dapat begitu
Ada jarak yang sejati harus memisah
Ruang tabu batas semestinya
Menjadi layak usah dipungkiri

Aku cukup menikmati lelagu
Sampai berlalu sudah tentu
Biar semua indah pada batas waktu
Pepatah bijak katanya begitu

Kapankah dan mampukahku?
Mungkin ketika aku mulai belajar menganyam nada pada instrumen
Mungkin pula ketika aku bersikap kuat tak lewatkan setiap dinamika
Yaa, mungkin saat itu benar-benar saat itu
Sukabumi, November 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi menunggu

MencariMu dalam Gelapku