Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Laju Lambat

Aku hanya duduk di sini Pada kursi yang biru Bersandar jendela sambil menikmati laju Tadi hujan, begitu deras saat kutuju kursi ini Kemudian kubergegas tak peduli kuyup Kurebahkan badan dan mengangkat kaki Sampingku lengang kuberbangga hati Sessekali kusaksikan jalanan Dan ternyata terang Tak ada genangan atau sekedar jejak hujan Laju ini terasa cepat Tak ada lambat Kulirik masa, ternyata tak hemat Lalu kusaksikan jalan, lagi Tetiba kuteringat di sana Musim yang sama.. Penuh hiruk Dedaun wangi tak ada suara namun bergejolak Laju lambat Pulang, 19022019

Memahamimu seperti Memahamiku

Sejatinya setiap jiwa berkeinginan untuk dapat menjadi bagian dari orang yang dikasihinya, lebih luas menjadi bagian dari masyarakat. Tentu, tanpa bermaksud menguasai, melainkan sekedar membantu meringkan beban orang lain misalnya. Keinginan yang sepertinya mudah dan biasa saja. Padahal, akan berdampak besar jika dilakukan dengan penuh kesadaran. Ya, kesadaran. Kesadaran akan butuhkah orang lain atas bantuan diri kita, atau sesungguhnya kita-lah-kah yang membutuhkan membantu orang lain juga benarkah cara kita membantu atas kebutuhan orang lain itu. Pernahkah kamu merasakan hal itu? Pernahkah kamu tersadar akan hal itu? Setiap orang memiliki cara memahami dirinya, memahami keinginannya, dan memeiliki cara sendiri untuk memenuhi itu. Coba kita pahami... Tanpa ingin mengandalkan siapapun, seseorang berjuang mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai yang ia citacitakan. Hingga, bantuan orang lain ia anggap tiada guna, karena ia merasa tidak perlu, atau lebih sederhana ti...