Puisi Saat Wisuda Lalu. . .
Riak masih terasa sendu justru terasa Bunga-bunga masa depan tumbuh bersama ilalang Samar.. kupandang Meski pasangan bola mata kupinjam Aroma sedap merasuk ruang dengar penciuman Membawa semilir.. Rindu akannya jua jumpaiNya Alun lembut wujud diriNya Tawadlu merdu refleksikannya Sahaja kain balutannya Aku.. Terkadang merasa hampa Kala pundak ini 'nggondol' kantung Beirisi tumpuk kertas salinan, helai catan-catatan badal Pun kumpulan pemikiran berjilid, yang lucunya urung kubaca Dalih tetap kupahami atasnama kepatuhan Tak sendiri gerak laju mata kaki Bersama para serdadu yang beragam motifnya Namun... bias sama mencari cahaya Di jalan serentak lalu aku lupa batang penyangga lampu yang siap ku bawa Padahal cahayapun belum seberapa Hingga terjatuh, dan meminjam kuatan tempurung tuk merangkak ...