awal cerita...


Kalo aja Pak Dosen gak “maksa” kayanya tak akan saya tulis hingga detik ini -walau sebenarnya ingin- alur-alur di antara perjalanan hidup saya… beliau inginnya kami tulis yang dikasih judul “MY WISH”…biar lebih gimana gitu…
Berkata tentang harapan, berkata tentang kehidupan… dan saat berkata tentang kehidupan pasti berawal dari kelahiran… so kita starting sejak saat lahir… Saya lahir 12 Januari Tujuh belas tahun nyaris delapan belas tahun yang lalu, dari bunda yang bernama Ibu Enung Faridah, dan ayah yang bernama Bapak Uju Junaedi.. (Kalau dilihat-lihat namaku mirip nama ibuku…)
Tapi, saya ingin nama ayah pun ada di bagian nama saya, saya tambah deh jadi… Neng Awalia Farida Junaedi, kadang saya add juga nama para tokoh sastrawan nasional di ujung nama saya..hehe illegal tapi maksudnya ng’fans dan berharap bisa seperti beliau-beliau (udah singgung soal Wishs.he) seperti Taufik Ismail, Chairil Anwar, D. Zawawi Imron.
(He..agak panjang juga tentang nama. Lanjut ke yang lain ah..)
Hingga usia balita kan berakhir saya tak terlalu ingat perjalan hidup saat itu seperti apa (hehe...yaiyalah wajar). Saya cerita ketika masuk SD.
Berawal saat sahabatku yang sudah asuk SD saya rasa-rasanya kok ingin sekali seperti ereka pergi berseraga putih merah beramai pergi ke sekolah… ukh senang sekali tampaknya hingga akhirnya saya memustuskan untuk ikut mengantarkan sahabat yang diantarkan ibu mereka..walau saat itu bunda tak izinkan karna khawatir saya menangis di sana..he
Sehari dua hari saya ikut bersama Ua (ibu sahabatku) mengantarkan ‚teteh (sahabatku itu) dan sayapun menjadi tidak hanya ingin ikut mengantar, namun juga ingin ikut masuk...belajar!(oow)
Sekolah sudah sekitar dua minggu belajar efektiv tahun ajaran baru 1999. dan aku diantarkan ibu untuk dapat belajar di sana salah satu SD Negeri yang saat itu bangunan masih berdindingkan kayu dan jendela berjendelakan kawat-kawat yang mulai menghitam pun suasana beranda yang asri.. naun sudah bisa ditebak...Ibu kepala sekolah tak izinkan saya untuk bergabung langsung sebagai murid selain usiaku yang masih terbilang muda (usia PAUD sekarang mah) fenomena terjadi di sana anak usia tujuh tahun atau lebih masih tidak mau sekolah walau sudah terdaftar dan sangat lucu (enurut saya) usai SD bahkan sebelum usai 6 tahun sekolah beberapa di antaranya mengundurkan diri dari sekolah lalu menikah..he (lah saya udah sebesar ini belu ke‚ “ke toong“  jodohnya juga). Suatu hal yang jelas ‚ saat saya akan masuk ke sekolah saya tidak punya persiapan apapun..termasuk seragam‚ bunda cari baju-baju bekas yang dikirim saudaraku di Depok yang sudah di simpan di kandang bebek..demi anak bunda rela mencari ke tempat itu ‚ kondisi kami saat itu tidak memungkinkan untuk membeli baju baru ‚.
Dua minggu berlalu (dan sebulan untuk merekea yang masuk sejak awal) saya yang saat itu asih “anak bawang“ tidak menerima kartu iuran (BP3 warna kuning) pulang sekolah aku menangis‚ mengadu pada ibu‚ “mengapa aku tak dapat kartu kuning?“‚ itu protesku pada ibu ‚ ibu tersenyum dan mebuatku semakin heran.. entah bagaimana ceritanya beberapa hari keudian ibu eneria surat dari kepala sekolah yang dititp pada Uaku itu (Ua asih suka engantarkan Tteh‚ tapi ibu tak pernah antarkanku selain saat endaftarkan waktu itu) entahlah apa isi surat itu‚ yang jelas saya dapat kartu kuning..setelah ibu datang ke sekolah seusai eneria surat itu (Horeeeeee!!!). saya ikut berfoto untuk buku raport‚ ini dia fotonya.... hehehe


Saya ingat saat Ibu kepala menyuruh kami supaya besok pakai pakaian yang rapi karna akan berfoto untuk buku raport ‚ saya gak bawa bekal air inu yang setiap hari sekolah selalu saya bawa ke sekolah dan bergantung menemani dasi di dadaku.. saya pesan kepada ibu supaya tidak mebawanya ‚ karena saya takut kelupaan saat berfoto nanti bukan pakai dasi alah empat itu (hehe).
Dan yang paling setia menemaniku selain tempat air itu itu adalah sapu tangan‚ dia tak pernah absen temaniku sekolah hingga sekitar kelas tiga deh‚ karena saat itu ingusku selalu keluar kalau terkena panas (hehe)  sapai berulang kali bunda belikan untukku‚ karna sering pula saya lupa menaruhnya.. he
          Kau tahu saat saya asuk SD itu apa yang terjadi‚ Ibu di marahi Budek karna saya yang katanya masih kecil sudah dimasukkan ke SD‚ dan ayahku belum tahu saya masuk SD karna saat itu ayah sedang bekerja di Banten (uuuuuu serem‚ tapi bukan itu ya...he ayah bekerja di pabrik bidang perkayuan) beberapa minggu sebelum saya masuk SD pun kenyataan lain terjadi yaitu kakekku tersayang peri tinggalkan kai di dunia fana ini... 
          Kelas dua ‚ kelas tiga ‚ sampailah saya di kelas Lima… saya ingat sesuatu hal, saat Pak Wawan (wali kelasku) meminta kami mengisi soal dari buku bahasa Indonesia di sana tentang “planning of our life” hehe rencana (ah mungkin cita-cita).. isinya seperti ini…

Saya Sekarang duduk di bangku kelas V SD
Dua tahun yang akan duduk di bangku kelas Dua SLTP
Setelah dari SLTP saya akan melanjutkan ke SLTA karena cita-cita saya ingin jadi seorang sarjana...

 Dan kami bacakan di depan kelas setiap murid mendapat giliran.. yang saya tahu saat itu sarjana ádalah seorang guru..seperti guru kelasku itu yang juga seorang sarjana, padahal sarjana juga beragam sesuai klasifikasi keahlian masing-masing… Namun tak henti kusyukuri Rabb…saya berkesempatan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan InsyaAllah gelar sarjana sebagaimana yang kucita-citakan di depan mata. Walaupun saat ini baru seester Satu…he spesialisasi yang saya ambil saat ini yaitu Pendidikan Guru Agama Islam’.. semoga tidak hanya gelar sarjana yang saya dapatkan tapi kualitas pribadi  yang lbih baik terlebih sebagaimana yang saya akan Jongsong ke depan juga menjadi baik. Hehe amin
          SD berlalu. SMP menjeput, SMP kulalui bersama ayah¸ saat itu ayah mengabdi di sekolah ini sejak saya kelas Lima SD sebagai tenaga pembantu di sekolah dan hingga saat ini.. dan SMA Kudaki.. Perjalanan antarkanku ke SMA bebasis Islam yakni Madrasah Aliyah Negeri.. di tempat ini hal-hal luar biasa kulalui (…tiada asa paling indah masa-masa di sekolah¸ tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah #hehe nyanyi).
          Saya dapat gelar “CaGil” (Caleg Gila¸saat itukan musim Pemilu¸ nah saya kebetulan sedikit update tentang fenomena banyak caleg yang gagal _ udah dah jadi dapet gelar cagil ^¬^ saat kelas Sepuluh…). Perjalanan beralnjut saat saya masuk kelas SEBELAS dan saya tertarik untuk bergabung di Bidang jurusan Social Knowledge. Dan masuk kelas XI IPS 3, di kelas ini kujejaki beragam pengalaman menakjubkan, bersama 31 teman yang sau diantaranya sudah lebih awal dipanggil yang kuasa.
          Belajar berorganisasi bersama sahabat KHARISMA, merintis dunia perpuisian bersama sahabat sastra (walaupun akh…biasa saja) karna sesungguhnya ada ketertarikan tersendiri seara pribadi terhadap dunia sastra, dan yang utama belajar merangkai persahabatan yang utuh bersama sahabat Social 3, tapi saya juga tak memungkiri jenjang waktu di sini ketertarikan terhadap sesuatu itu hadir (sesuatu…he).
          Kelas XII tugas perencanaan hidup kubuat… ku tulis rencana jangka menegah itu “Melanjutkan pendidikan ke bidang keahlian psikologi”, tapi ternyata kenyataan berkata lain saya sampai di dunia berbeda, dunia pendidikan agama. Dunia yang lekat dengan keseharian, kehidupan dan tentu lekat dengan angan-angan yang kutulis saat kelas Lima SD lalu. Saya ingin menjadi Sarjana, artinya menjadi seorang guru dan InsyaAllah Guru Agama –pengertian saat SD,he- . psikologi saya katakan selamat tinggal untuk sementara, karna saya tidak akan focus jika terus memikirkan kamu, dan saya nanti tersesat di jalan yang lurus –kalau kata pak dosen- . Karna saya yakinkan di hati ini jika saatnya nanti saya akan bertemu denganmu psikologi…Semoga Rabb. Dan kutulis semua lewat syair-syair yang kita cita-citakan bersama sahabat… Yakin Usaha Sampai!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi menunggu

MencariMu dalam Gelapku