Keramat namun tersia

Dalam merdeka bangsaku
Genggaman hartamu
Tetesan darah dari aliran tubuh-tubuh
Dan pinjaman nyawa Penciptamu, wahai para pendahulu
Kalian sumbangkan untuk kebahagiaan kami masa kini

17 Agusuts pengkeramatan hari bangsa ini
66 tahun tanpa jajahan fisik sang munafik
Pengangsaan Timur 56 persaksian bisu sang Bumi
Merdeka! Merdeka!! Merdeka!!!

Sejak dirimu terlahir bertahun berjuang demi pengakuan
Harapan itu ada, cita-cita yang menggelayut benak pendirimu itu ada
Angan yang tertular ke setiap jiwa muda itu ada
Asa yang mengembung, meraksuk, menjulur hingga tubuh kami itu ada
“Melindungi, Memajukan, Mencerdaskan serta Melaksanakan”

66 tahun tanpa jajahan badan sang pembawa kemiskinan
Usia yang kian tua
Renta nunbahagia menyambut
Namun makna keramatmu, semakin tersia

Hidupmu…
Balitamu…barulah merangkak,
Usia kanakmu…barulah bermain,
Remajamu…barulah kau mencoba-coba
Dewasamu…kau tahu kebahagiaan!! Namun ternyata semu kau tanam

Kini… tuamu
Wahai Pertiwi yang di atas buymimu tertancap Merah Putih yang berkibar
Mana asa yang kau punya?
Realisasi bahagia untukmu fatamorgana?

66 tahun tanpa jajahan penanam romusa
Namun 66 tahun penguasaan pemikiran yang tak kunjung dewasa
Membuat 17 Agustusmu yang keramat
Seakan tersia

Dengan mental serakah pengemban amanah
Dengan jiwa tak setia kaum muda
Dengan keinginan tak menggebu menjadi bangsa maju
Melupakan Pencipta
Melupakan Penguasa sejati
Dan jadi bangsa pengecut dan tertinggal yang inginkan binasa setelah nanti usia renta?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lagi menunggu

MencariMu dalam Gelapku